Kamis, 02 Mei 2013

[Pusat Informasi Beasiswa] Tes TOEFL: Persiapan dan Tips Lulus

Pusat Informasi Beasiswa has posted a new item, 'Tes TOEFL: Persiapan dan Tips
Lulus'

Punya prestasi akademik saja tampaknya tak cukup untuk menghantarkan kuliah di
luar negeri. Sebagai salah satu syarat, bisa dibilang iya, tapi ada hal lain
yang tak kalah penting. Kemampuan berbahasa Inggris. Betapa repotnya menjalani
kuliah bila tak menguasai bahasa pengantarnya. Karena itu, setiap universitas di
luar sana memberlakukan standar khusus kemahiran berbahasa Inggris sebelum
diterima di perkuliahan kampus mereka. Skor TOEFL dan IELTS paling sering
digunakan untuk mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Inggris seseorang.
Sebagian besar universitas memberlakukan kedua-duanya atau salah satu. TOEFL
atau Test of English as a Foreign Language secara umum lebih berorientasi pada
American English, sementara IELTS (International English Language Testing
System) orientasinya lebih kepada British English. Namun, jangan khawatir karena
kedua-duanya berlaku secara internasional. Tergantung berapa nilai skor yang
bisa diraih, lembaga pelaksana, dan tentunya memenuhi syarat yang ditetapkan
universitas.
Selain TOEFL dan IELTS, ada pula TOEIC (Test of English for International
Communication). TOEIC biasa digunakan untuk mereka yang mencari pekerjaan. Tes
satu ini sengaja dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berbahasa
Inggris sehari-hari di lingkungan kerja yang bersifat global. Anda yang ingin
bekerja di luar negeri membutuhkan skor tes satu ini.
TOEFL, IELTS dan TOEIC memiliki parameter tes berbeda. Bagi Anda yang sedang
mengejar kuliah di luar atau lagi memburu beasiswa luar negeri, pilihannya
adalah TOEFL atau IELTS. Pastikan skor TOEFL atau IELTS yang Anda raih memenuhi
syarat masuk universitas, atau jika Anda melamar beasiswa skor tersebut mencapai
batas minimal yang ditetapkan penyelenggara. Berapa skor yang diperlukan?
Masing-masing universitas memiliki standar yang berbeda. Di Amerika Serikat
misalnya. Skor TOEFL tidak seragam. Semakin bonafit kampusnya, skor TOEFL yang
diminta cenderung lebih tinggi. Mungkin ingin menunjukkan kelasnya ya? Sebut
saja MIT dan Columbia University. Dua kampus ternama ini mensyaratkan skor TOEFL
tak jauh beda. MIT menetapkan syarat skor PBT TOEFL bagi mahasiswa internasional
minimal 557. Direkomendasikan di atas 600+. IBT TOEFL minimal 90 atau dianjurkan
di atas 100+. Sementara, di Columbia University mahasiswa internasional harus
memenuhi skor PBT TOEFL 600 ke atas atau IBT TOEFL minimal 100.
Beasiswa Fulbright yang cukup termasyhur di Amerika Serikat dan rutin ditawarkan
di Tanah Air juga memberlakukan skor TOEFL cukup tinggi. Minimal skor PBT TOEFL
yang diminta 550 atau IELTS 6.0. Beasiswa Endeavour Awards yang ditawarkan
Pemerintah Australia mengharuskan pelamarnya memperoleh skor PBT TOEFL 580 atau
IBT TOEFL minimal 90. Jika menggunakan skor IELT minimal meraih 6.5.
Kuliah di Eropa, skor TOEFL atau IELTS diminta juga setara di Amerika Serikat.
Di Jerman, skor PBT TOEFL minimal 550 atau IBT TOEFL minimal 80. IELTS minimal
6.0. Syarat ini salah satunya ditetapkan beasiswa DAAD yang banyak diburu
mahasiswa mancanegara di Jerman.
Di Asia, sejumlah negara juga memberlakukan syarat TOEFL atau IELTS yang
kompetitif. Beasiswa Monbukagakusho yang rutin ditawarkan pemerintah Jepang
mensyaratkan PTB TOEFL minimal 550 atau IBT TOEFL minimal 79. Di Indonesia,
syarat TOEFL untuk mengambil gelar S2 atau S3 di universitas, rata-rata diminta
skor 450-550. Kadangkala bisa bikin pusing karena skor TOEFL yang dipersyaratkan
belum juga terpenuhi. Ya, mau tidak mau ikut tes ulang TOEFL. Ada yang sampai
beberapa kali ulang!
Jangan sampai skor TOEFL atau IELTS tersebut mengganjal rencana studi Anda.
Memang tidak ada jalan pintas selain berusaha maksimal agar kemahiran berbahasa
Inggris yang dimiliki kian teruji dan skor TOEFL yang diraih bisa sesuai
harapan.
Persiapan dan tips lulus TOEFL Secara umum, persiapan paling dianjurkan agar
bisa lulus tes TOEFL adalah latihan rutin. Tentu latihan yang berhubungan dengan
komponen tes TOEFL, seperti reading, listening, speaking, dan writing. Kesalahan
yang biasa ditemui adalah melakukan latihan sepadat mungkin jelang hari H.
Padahal, persiapan yang baik dilakukan jauh-jauh hari, terencana, dan memiliki
progress yang jelas. Sebagai saran, buatlah jadwal latihan beberapa bulan
sebelum tes TOEFL diikuti. Misal, dua jam per hari dengan durasi tiga kali
latihan dalam sepekan atau jika ingin hasil lebih baik, tambah jam latihan dan
harinya.
Materi latihan kini banyak tersedia. Masing-masing komponen tes TOEFL bisa
dilatih secara terpisah. Misalnya, melatih kemampuan listening saja dulu,
berikutnya reading atau writing. Sumber materi bisa bebas, dan internet
merupakan sarana yang baik untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris Anda.
Materi latihan TOEFL Sarana yang biasa dimanfaatkan sehari-hari justru bisa
menjadi media yang baik untuk mengembangkan kemahiran berbahasa Inggris. Sebut
saja televisi, surat kabar, majalah, radio, musik, buku referensi, dll. Sumber
materi latihan ini masih konvensional, sehingga dibutuhkan kecerdikan Anda untuk
memilah dan menyerap informasi yang diberikan. Apalagi, itu dimaksudkan untuk
mengejar skor TOEFL yang lebih tinggi.
Jika Anda sedang melatih kemampuan listening atau writing, televisi dan radio
bisa sangat membantu. Setel salah satu siaran berbahasa Inggris, lalu
pelan-pelan Anda simak dan pahami apa yang dikatakan. Cobalah untuk menirunya
atau lebih baik lagi perkataan tersebut dituliskan ke secarik kertas. Perhatikan
struktur kalimat dan maksud pesannya. Selain dapat hiburan, tanpa disadari
kemampuan berbahasa Inggris Anda akan semakin terasah. Cara ini bisa Anda ulangi
setiap hari dengan tema dan topik berbeda.
Surat kabar atau majalah berbahasa Inggris juga memiliki dampak positif dalam
melatih kecakapan berbahasa Inggris. Di surat kabar atau majalah, kita bisa
dengan mudah mendapati artikel dengan pembahasan beragam. Tidak hanya itu,
banyaknya kalimat dan penggunaan kata yang disugukan akan sangat menunjang
kepiawaian dalam reading, writing, dan speaking. Mulailah untuk memahami setiap
tulisan dan pesan yang disampaikan. Belajar bahasa Inggris dengan surat kabar
atau majalah akan terasa lebih mudah bila ditemani kamus terjemah jika
terkendala perbendaharaan kata.
Sarana lain yang bisa dimanfaatkan untuk sumber latihan adalah musik. Ya, begitu
banyak lagu-lagu berbahasa Inggris yang bisa menyenangkan Anda sekaligus
menggurui untuk bisa melafalkan kata demi kata atau bait per bait dari setiap
lagu. Selain sebagai materi untuk melatih listening juga baik untuk speaking
yang secara tidak langsung melatih kemahiran berbahasa Inggris secara otodidak.
Belajar TOEFL online Internet menjanjikan sumber luas untuk belajar bahasa
Inggris, termasuk bekal menghadapi ujian TOEFL. Materi-materi belajar tersebut
bisa Anda dapatkan di mesin pencari Google, misalnya dengan mengetikkan kata
kunci TOEFL exam, TOEFL practice, TOEFL prep, english course, IELTS exercise,
dan lain-lain.
Bila Anda sering membuka video di Youtube, sumber-sumber belajar bahasa Inggris
untuk persiapan tes TOEFL atau IELTS juga banyak tersedia. Salah satunya yang
dimuat berkala oleh Steve Ford di sini. Jika tak mau repot belajar atau kursus
persiapan tes TOEFL di luar rumah, cukup akses secara online. Mudah bukan?
Kursus persiapan Tes TOEFL Gara-gara skor tes TOEFL rendah, rencana kuliah jadi
berantakan. Jangan sampai. Anda bisa mensiasatinya melalui persiapan sebaik
mungkin, salah satunya mengikuti kursus persiapan tes TOEFL. Cara ini cukup
efektif untuk mendongkrak skor TOEFL yang mau diraih. Asalkan tempat kursus
tersebut memiliki track record baik dan dibuktikan keberhasilan para alumni yang
pernah kursus di sana.
Testden adalah salah satu kursus persiapan tes TOEFL dan TOEIC yang dilaksanakan
secara online. Jika Anda ingin mengirit biaya, misalnya cukup belajar dari rumah
atau Anda sendiri yang menentukan tempatnya, Testden bisa jadi solusi. Kursus
persiapan tes TOEFL ini bermarkas di Kanada dengan reputasi sangat baik. Punya
alumni ratusan ribu mahasiswa di lebih 60 negara.
Kelebihan Testden adalah pembelajaran dilakukan secara intensif oleh tutor
profesional. Materi yang diberikan sangat komplet, sehingga Anda tidak perlu
lagi memikirkan materi belajar reading, listening, writing, maupun speaking.
Semua materi diberikan berdasarkan pendekatan tes TOEFL sebenarnya. Tentu saja,
Anda hanya perlu internet untuk mengaksesnya secara online.
Saat bergabung, Testden akan memberikan ujian praktek TOEFL hingga empat kali.
Ini untuk menguji capaian bahasa Inggris yang diperoleh. Tiap tes memiliki soal
tentang reading, listening, writing, dan speaking. Setelah menjawab semua soal,
Anda bisa langsung melihat prediksi skor yang diperoleh dan mengetahui jawaban
yang benar beserta penjelasannya. Soal yang Anda jawab untuk bidang speaking dan
writing akan dinilai langsung oleh pengajar Testden.
Manfaat lain, Testden membekali laman soalnya dengan pengatur waktu, sehingga
pengguna akan terbiasa menjawab soal dalam tekanan seperti tes TOEFL sebenarnya.
Yang menarik, Anda bisa saja menunda memberi jawaban saat itu dan melanjutkannya
di lain waktu.
Bagian listening mencakup semua jenis pertanyaan rumit yang mirip dengan tes
TOEFL. Begitu pun dengan speaking, Anda hanya perlu headset atau microphone
untuk merekam pembicaraan Anda.
Yang banyak disukai dari Testden adalah bonus TOEFL Trainer untuk speaking dan
listening. Di dalamnya terdapat 60 latihan speaking dan 20 latihan writing yang
berisi model jawaban, sehingga Anda bisa lebih mahir berbahasa Inggris. Bonus
lain adalah TOEFL Skill Trainer berisi 24 set dan 2.400 pertanyaan untuk reading
dan listening. Karena kompletnya, kursus persiapan tes TOEFL dari Testden banyak
direkomendasikan.
Ingin bergabung, silakan daftar di sini.

You may view the latest post at
http://pusatbeasiswa.com/

Best regards,
Pusat Informasi Beasiswa
http://pusatbeasiswa.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar