Jumat, 29 Maret 2013

[Sepeda Motor] All New Sorento Dibanderol Sekitar Rp 375 Juta - Rp 380 Juta

Sepeda Motor has posted a new item, 'All New Sorento Dibanderol Sekitar Rp 375
Juta - Rp 380 Juta'


Meskipun belum ada harga resmi untuk mobil All New Sorento, namun sumber dari
KIA Mobil Indonesia (KMI) mengungkapkan bahwa SUV tersebut akan dibanderol pada
kisaran harga Rp 375 juta hingga Rp 380 juta. Menurut rencana, KMI akan
meluncurkan mobil SUV All New Sorento di Indonesia pada 9 April 2013 mendatang.


All New Sorento. Majalah Otomotif Online | All New Sorento Dibanderol Sekitar Rp
375 Juta - Rp 380 Juta.

KMI Lepas All New Sorento Rp375 Juta
KIA Mobil Indonesia (KMI) sudah pasti akan meluncurkan varian terbaru di segmen
Sport Utility Vehicle (SUV) premiun, All New Sorento, pada 9 April 2013
mendatang. Konsep All New Sorento dirancang untuk menyasar pada SUV family yang
mampu menampung kapasitas tujuh orang penumpang. Sorento nantinya akan
berhadapan langsung dengan Toyota Fortuner, Chevrolet Captiva, dan Mitsubishi
Pajero.
All New Sorento melengkapi deretan varian SUV KIA Mobil Indonesia. Sebelumnya,
KMI sudah memiliki Sportage LX, Sportage EX, dan Sportage Platinum. Kini Sorento
akan berada satu level di atas Sportage. KMI sendiri belum memberikan harga
pasti untuk All New Sorento ini. Tapi prediksinya Sorento akan dilepas dengan
banderol Rp375 jutaan. Harga tersebut memang kompetitif bila dibandingkan dengan
jajaran pesaingnya tadi. "Nanti harga fix akan kita putuskan nanti saat
peluncuran resminya, tapi saya bisa katakan Sorento dibanderol sekitar Rp375-380
jutaan," terang Ridjal Mulyadi, Marketing Communication Manager KMI saat Media
Test Drive All New Sorento, di Bandung.
Sorento sudah disematkan beragam fitur-fitur seperti panoramic sunroof,
pengaturan suhu AC dual zone, keyless entry dengan alarm & immobilizer, escort &
welcome lamp, auto cruise control, foot parking brake, buka tutup bensin
menggunakan tombol. Serta berbagai macam kelebihan lainnya bila dibandingkan
dengan kompetitor, menjadikan Sorento sudah layak dikatakan SUV kelas premium..
autos.okezone.com


You may view the latest post at
http://sepedamotor.biz/all-new-sorento-dibanderol-sekitar-rp-375-juta-rp-380-juta/


Best regards,
Sepeda Motor
http://sepedamotor.biz

[Info Resep] Resep Bihun Goreng Spesial

Info Resep has posted a new item, 'Resep Bihun Goreng Spesial'

Resep Bihun Goreng Spesial -Resep Bihun Goreng Spesial Sudah lama rasanya Kami
tidak menongol di Blog ini untuk mengupdate berbagai masakan sehingga rasanya
begitu Kangen sekali untuk menyapa teman-teman yang ada di blog Menu Buka Puasa
ini, oleh...

You may view the latest post at
http://inforesep.org/resep-bihun-goreng-spesial/


Best regards,
Info Resep
http://inforesep.org

[Lowongan CPNS] Lowongan Kerja Senior Project Officer

Lowongan CPNS has posted a new item, 'Lowongan Kerja Senior Project Officer'



Lowongan kerja Senior Project OfficerThe Australian Electoral Commission, AEC,
is Australiaa s federal government agency in charge of organising and
supervising national elections and referendums in Australia.N AEC is seeking a
Senior Project Officer to provide assistance to and build capacity within the
Indonesian Electoral Commission (KPU). The program and position is funded by
Australian Agency for International Development (AusAID) and is expected to run
from 2011 until 2015. The full position description is available at HERE
Interested applicants are invited to submit a complete application addressing
their claimsagainst the selection criteriea by Midnight,Monday, 01 April 2013.
Your application for the job should include your Resume or CV, two referees and
claims against the selection criteria. You should surat elektronik [surel/email]
the document to career--at--aecindonesia.org.Please include a Senior Project
Officera t in the surat elektronik [surel/email] subject field.LOWONGAN KERJA
NGO: Dapatkan Informasi Melalui surat elektronik [surel/email] Anda. Click
Subscribe Now!
Lowongan Kerja Senior Project Officer via kerja-ngo






You may view the latest post at
http://lowongancpns.info/lowongan-kerja-senior-project-officer/

You received this e-mail because you asked to be notified when new updates are
posted.
Best regards,
Lowongan CPNS
http://lowongancpns.info

[Kaskus Lounge] Perangkat Komputer

Kaskus Lounge has posted a new item, 'Perangkat Komputer'



Perangkat Keras Komputer (Hardware dan Pengertianya) -Jika sebelumnya merahitam
membahas tentang pengertian komputer maka kali ini akan bersambung pada
penjelasan perangkat keras komputer (hardware) adalah semua bagian komputer
dalam bentuk fisiknya, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau
yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software)
yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya.
Batasan antara perangkat keras dan perangkat lunak akan sedikit buram kalau kita
berbicara mengenai firmware, karena firmware ini adalah perangkat lunak yang
dibuat ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah dari bidang ilmu
komputer dan teknik komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum. Komputer
pada umumnya adalah komputer pribadi, (PC) dalam bentuk desktop atau menara
kotak yang terdiri dari bagian berikut:

1. Processor Processor disebut juga otak dari komputer semakin bagus tipe
processor maka semakin mahal pula komputer, maka processor disebut sebagai inti
dari komputer. Fungsi processor adalah untuk memproses semua kegiatan yang
dilakukan komputer, yang direquest pengguna.


2. Papan induk (motherboard)
adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung
seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo.Motherboard
yang banyak ditemui dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC yang pertama
kali dibuat dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC IBM.

3. Chipset
Komponen pada motherboard yang yang satu ini kebanyakan terdiri atas dua buah
chip, north bridge dan south bridge.Fungsi utama chipset adalah mengatur aliran
data antarkomponen yang terpasang pada motherboard. Dua buah chipset yang
biasanya ada pada motherboard sendiri punya tugas yang berbeda satu dengan yang
lain.Chip pada north bridge berfungsi untuk mengatur aliran data dari dan ke
prosesor, bus AGP, dan memori utama sistem. Sementara, chip yang south bridge
mengatur aliran data dari peranti input output, bus PCI, interface harddisk, dan
floppy, serta peranti eksternal lainnya. Berhubung chip north bridge lebih vital
kerjanya dibanding south bridge, tak heran jika chip inilah yang dipasangi
heatsink, fan, ataupun kombinasi heatsink dan fan oleh pabrik pembuatnya.
4. AGP
Singkatan dari Accelerated Graphics Port. Fungsinya adalah menyalurkan data dari
kartu grafis ke CPU tanpa harus melalui memori utama, dengan demikian proses
pengolahan data grafis dapat dipercepat. Kelebihan lain AGP ini adalah
kemampuannya untuk mengeksekusi texture maps secara langsung dari memori utama.
Datang dengan berbagai cita rasa, saat ini kebanyakan motherboard menyertakan
bus AGP 4X yang bekerja pada frekuensi 266MHz. Untuk sekarang ini, port AGP ini
baru digunakan buat memasang kartu grafis yang notabene lebih cepat ketimbang
memakai bus PCI. Akan tetapi, beberapa motherboard terbaru sudah menyertakan
port AGP Pro yang bisa dipasangi baik kartu grafis berbasis AGP 4X maupun yang
berbasis AGP Pro sendiri

5. Soket Memori
Soket ini merupakan tempat untuk menempatkan memori pada motherboard. Soket
memori memiliki bentuk yang berbeda untuk jenis memori yang berbeda pula.
Kebanyakan motherboard memiliki slot sebanyak 3 atau 4 buah, tergantung dari
chipset yang digunakan. Untuk memori SDRAM, soket DIMM yang harus dimiliki
adalah soket 168 pin, sementara untuk memori jenis DDR, soket yang dipasang
adalah soket 184 pin.

6. Soket Prosesor

Merupakan tempat untuk menaruh prosesor. Kalau jaman dahulu, masih ada pilihan
lain selain sistem soket yaitu sistem slot. Namun, setelah era PentiumIII
generasi kedua, tipe slot ini kemudian ditinggalkan lantaran ongkos produksinya
yang lebih mahal ketimbang memakai soket. Untuk urusan soket prosesor ini,
pilihlah motherboard dengan soket prosesor yang tepat. Soket 370 untuk prosesor
Intel PentiumIII dan Celeron, soket A untuk prosesor AMD Athlon dan Duron, serta
soket 423/478 untuk prosesor Pentium4.

7. CMOS
Singkatan dari Complementary Metal Oxide Semiconductor. Dari bentuknya sudah
kelihatan, ia merupakan komponen berbentuk IC (integrated circuit) Yang
fungsinya menampung setting BIOS dan dapat tetap menyimpan setting-annya selama
baterai yang mendayainya masih bagus.

8. Soket Catu Daya (power supply, fan)
Fungsinya untuk menyuplai tenaga kepada semua komponen yang tersambung pada
motherboard.9. Konektor CasingBerfungsi untuk menyambungkan tombol/ saklar dan
indicator pada casing ke motherboard. Pada motherboard yang berbasis Pentium 4,
disertakan pula sebuah port konektor tambahan sebesar 12 volt agar prosesor bisa
bekerja.

10. Paralel PortUntuk Menghubungkan Printer


11. USB PortUntuk menghubungkan device yang mensupport Usb,seperti: Flashdisk,
mouse&keyboard USB, harddisk External, Kabel data, Dan perangkat lainnya

Semoga pemahaman diatas bermanfaat dan sobat juga bisa memperkasa wawasan
mengenai komputer dengan membaca artikel yang lainya mengenai Sejarah Komputer.




You may view the latest post at
http://kaskuslounge.com/perangkat-komputer-2/

Best regards,
Kaskus Lounge
http://kaskuslounge.com

[Cerita] Dua Wajah Ibu

Cerita has posted a new item, 'Dua Wajah Ibu'



Perempuan tua itu mendongakkan wajah begitu mendengar desingan tajam di atas
ubun-ubunnya. Di langit petang yang temaram, ia melihat lampu kuning, hijau, dan
merah mengerjap-ngerjap pada ujung-ujung sayap pesawat terbang.
Deru burung besi itu kian nyaring begitu melewati tempatnya berjongkok. Ia
menghentikan gerakan tangannya. Menggiring burung itu lenyap dari mata lamurnya.
Lalu, tangannya kembali menggumuli cucian pakaian yang tak kunjung habis itu.
Beberapa detik sekali, tangan keriputnya berhenti, lalu ia menampari pipi dan
kaki. Nyamuk di belantara beton ternyata lebih ganas ketimbang nyamuk-nyamuk
rimba yang saban pagi menyetubuhi kulitnya saat menyadap karet nun jauh di
pedalaman Sumatera-Selatan sana: Tanah Abang.
Ia menarik napas, melegakan dada ringkihnya yang terasa kian menyempit. Kicauan
televisi tetangga menenggelamkan helaan napasnya. Suara musik, iklan, dan segala
hal. Perempuan itu kembali menghela napas. Lalu, bangkit dari jongkoknya,
menekan tuas sumur pompa. Irama air mengalir dalam ritme yang kacau. Kadang
besar, kadang kecil, seiring tenaganya yang timbul-tenggelam. Air keruh memenuhi
bak plastik, menindih-nindih pakaian yang bergelut busa deterjen. Bau karet
tercium menyengat begitu air itu jatuh seperti terjun.
Ia adalah Mak Inang. Belum genap satu purnama perempuan tua itu terdampar di
rimba Jakarta, di antara semak-belukar rumah kontrakan yang berdesak-desakan
macam jamur kuping yang mengembang bila musim hujan di kebun karetnya. Hidungnya
pun belum akrab dengan bau bacin selokan berair hitam kental yang mengalir di
belakang kontrakan berdinding triplek anak lanangnya. Bahkan, Mak Inang masih
sering terkaget-kaget bila tikus-tikus got Jakarta yang bertubuh hitam-besar
lagi gemuk melebihi kucing betinanya di kampung, tiba-tiba berlarian di depan
matanya.
Sesungguhnya, ia pun masih tak percaya bila terjaga dari lelapnya yang tak
pernah pulas, kalau akhirnya ia menjejakkan kaki di ibu kota Jakarta yang kerap
diceritakan orang-orang di kampungnya. Suatu tempat yang sangat asing, aneh, dan
begitu menakjubkan dalam cerita Mak Rifah, Mak Sangkut, dan beberapa perempuan
kampung karibnya, lepas perempuan-perempuan itu mengunjungi anak bujang atau pun
gadis mereka. Sesuatu yang terdengar seperti surganya dunia. Serba mewah, serba
manis, serba tak bisa ia bayangkan.
Kesinilah, Mak. Tengoklah anak lanangku, cucu bujang Emak. Parasnya rupawan
mirip almarhum Ebak, itulah suara Jamal kepadanya beberapa pekan silam. Suara
anak lanangnya yang kemerosok seperti radio tua, ia pun melipat kening saat
mengetahui suara itu berasal dari benda aneh di genggamannya.
Dengan siapa Mak ke situ? lontarnya. Ada keinginan yang menyeruak seketika di
dada Mak Inang. Keinginan yang sejatinya sudah lama terpendam. Telah lama ia
ingin melihat Jakarta. Ibu kota yang telah dikunjungi karib-karibnya. Tapi, ia
selalu tak punya alasan ke sana, walau anak lanangnya, yang cuma satu-satunya ia
miliki selain dua gadisnya yang telah diboyong suami mereka di kampung sebelah,
merantau ke kota itu. Belum pernah Jamal menawarinya ke sana. Tak heran, ketika
petang itu Jamal memintanya datang, ia lekas-lekas menanggapinya.
Tanyai Kurti, Mak. Kapan ia balik? Masalah ongkos, Mak pakai duit Emak dululah.
Nanti, bila aku sudah gajian, Emak kuongkosi pulang dan kukembalikan ongkos Emak
ke sini, itulah janji anak lanangnya sebelum mengakhiri pembicaraan. Suara
kemerosok seperti radio tua itu terputus.
Mak Inang kembali menghela napas saat ingat percakapan lewat hape dengan anak
lanangnya itu. Beberapa pekan sebelum ia merasa telah tersesat di rimba Jakarta,
di semak-belukar kontrakan yang bergot bau menyengat. Ia melepas tuas pompa, air
berhenti mengalir. Tangannya menjangkau cucian, membilasnya.
***
Kota yang panas. Itulah kesan pertama Mak Inang saat mata lamurnya menggerayangi
terminal bus Kampung Rambutan. Sedetik kemudian, ia menambahkan kesan pertamanya
itu: Kota bacin dan berbau pesing. Hidung tuanya demikian menderita ketika
membaui bau tak sedap itu. Hatinya bertanya-tanya heran melihat Kurti demikian
menikmati bau itu. Hidung pesek gadis berkulit sawo matang itu tetap saja
mengembang-embang, seolah-olah bau yang membuat perut Mak Inang mual itu tercium
melati.
Belum jua hilang rasa penat dan pusing di kepala Mak Inang, apalagi rasa pedas
di bokongnya, karena duduk sehari-semalam di bus reot yang berjalan macam keong,
beberapa orang telah berebut mengerubungi dirinya dan Kurti, macam lalat,
berdengung-dengung. Mak Inang memijit keningnya. Cupingnya pun ikut pening
dengan orang-orang yang berbicara tak jelas pada Kurti, gadis itu diam tak
menggubris, hanya menyeret Mak Inang pergi.
Mak Inang kembali memeras beberapa popok yang ia cuci, sekaligus. Telapak kaki
kanannya yang kapalan cepat-cepat menampari betis kirinya begitu beberapa nyamuk
membabi-buta di kulit keringnya. Ia menghempaskan popok yang sudah diperasnya
itu ke dalam ember plastik. Jemari tangannya menggaruk-garuk betis kirinya.
Bentol-bentol sebesar biji petai berderet-deret di kulit keringnya. Ia
menggeram. Hatinya menyumpah-serapah kepada binatang laknat tak tahu diri itu.
Dua-tiga hari pertama, Mak Inang cukup senang berada di rumah berdinding batu
setengah triplek Jamal. Rasa senangnya itu bersumber dari cucu bujangnya yang
masih merah itu. Walau, sesungguhnya Mak Inang terkaget-kaget saat Kurti
mengantarnya ke rumah Jamal. Semua di luar otak tuanya. Dalam benaknya yang
mulai ringkih, Jamal berada di rumah-rumah beton yang diceritakan Mak Sangkut,
bukan di rumah kecil sepengap ini. Keterkejutannya kian bertambah saat perutnya
melilit di subuh buta. Hanya ada satu kakus untuk berderet-deret kontrakan itu.
Itu pun baunya sangat memualkan. Hampir saja Mak Inang tak mampu menahannya.
Mak hendak pulang, Mal. Sudah seminggu, nanti pisang Emak ditebang orang, karet
pun sayang tak disadap, lontar Mak Inang di pagi yang tak bisa ia tahan lagi. Ia
benar-benar tak ingin berlama-lama di ibu kota yang sungguh aneh baginya.
Sesungguhnya, Mak Inang pun aneh dengan orang-orang yang saban hari, saban
minggu, saban bulan, dan saban tahun datang mengadu nasib ke kota ini. Apa yang
mereka cari di rimba bernyamuk ganas, berbau bacin, bertikus besar melebihi
kucing ini? Mak Inang tak bisa menghabiskan pikiran itu pada sebuah jawaban.
Akhir bulanlah, Mak. Aku gajian saban akhir bulan, sekarang tengah bulan. Tak
bisa. Pabrik juga tengah banyak order, belum bisa aku kawani Mak jalan-jalan
mutar Jakarta, ujar Jamal sembari menyeruput kopi hitam dan mengunyah rebusan
singkong. Singkong yang Mak Inang bawa seminggu silam. Mak Inang tak bersuara.
Hatinya terasa terperas dengan rasa yang kian membuatnya tak nyaman.
Kurti libur hari ini, Mak. Katanya tengah tak ada lembur di pabriknya. Nanti
kuminta ia mengawani Mak jalan-jalan. Ke mal, ke rumah anak Wak Sangkut dan Wak
Rifah, terdengar suara Mai, menantunya, dari arah dapur yang pengap.
Mak Inang mengukir senyum semringah mendengar itu. Rasa tak nyaman yang
menggiring keinginannya untuk pulang mendadak menguap. Kembali cerita Mak Rifah
dan Mak Sangkut tentang Jakarta mengelindap. Gegas sekali perempuan tua itu
menyalin baju dan menggedor-gedor pintu kontrakan Kurti. Gadis itu membuka pintu
dengan mata merah-sembab, muka awut-awutan dengan rambut yang kusut-masai. Mak
Inang tak peduli mata mengantuk Kurti, ia menggiring gadis itu untuk lekas mandi
dan menemaninya keliling Jakarta, melihat rupa wajah ibu kota yang selama ini
hanya ada dalam cerita karib sebaya dan pikirannya saja.
Serupa kali pertama Kurti mengantarnya ke muka kontrakan anak lanangnya, seperti
itulah keterkejutan Mak Inang saat menjejakkan kaki di kontrakan anak Mak
Sangkut dan Mak Rifah. Tak jauh berupa, tak ada berbeda. Kontrakan anak
karib-karibnya itu pun sama-sama pengap dan panas. Hal yang membuat Mak Inang
meremangkan kuduknya, gundukan sampah berlalat hijau dengan dengungan keras, bau
menyengat, tertumpuk hanya beberapa puluh meter saja. Kepala Mak Inang
berdenyut-denyut melihat itu. Lebih-lebih saat menghempaskan pantatnya di lantai
semen anaknya Mak Sangkut. Allahurobbi, alangkah banyak cucu Mak Sangkut,
menyempal macam rayap. Berteriak, menangis, merengek minta jajan, dan tingkah
pola yang membuat Mak Inang hendak mati rasa. Hanya setengah jam Mak Inang dan
Kurti di rumah itu, berselang-seling cucunya Mak Sangkut itu menangis.
Kebingungan Mak Inang pada orang-orang yang saban waktu datang ke Jakarta untuk
mengadu nasib kian besar saja. Apa hal yang membuat mereka tergoda ke kota bacin
lagi pesing ini? Segala apa yang ia lihat satu-dua pekan ini, tak ada yang
membuat hatinya mengembang penuh bunga. Lebih elok tinggal di kampung, menggarap
huma, membajak sawah, mengalirkan getah-getah karet dari pokoknya, batin Mak
Inang.
***
Tangan Mak Inang kembali menekan-nekan tuas pompa, air keruh dengan bau karet
yang menyengat kembali berjatuhan ke dalam bak plastik. Kadang besar, kadang
kecil, seiring dengan tenaganya yang timbul tenggelam. Lagi, Mak Inang membilas
cucian pakaian cucu, menantu, anak lanang, dan dirinya sendiri. Mendadak Mak
Inang telah merasa dirinya serupa babu. Di petang temaram bernyamuk ganas, ia
masih berkubang dengan cucian. Di kampung, waktu-waktu serupa ini, ia telah
bertelekung dan gegas membawa kakinya ke mushola, mendahului muadzin yang
sebentar lagi mengumandangkan adzan.
Lampu benderang. Serentak. Seperti telah berkongsi sebelumnya. Berkelip-kelip
macam kunang-kunang di malam kelam. Lagi, terdengar suara desingan tajam di atas
ubun-ubun Mak Inang. Ia pun kembali mendongakkan wajah, mata lamurnya melihat
lampu merah, kuning, hijau berkelip-kelip di langit temaram. Nyamuk-nyamuk pun
kian ganas dan membabi-buta menyerang kulit keringnya.
Wajah Mak Inang kian mengelap, hatinya menghitung-hitung angka di almanak dalam
benak. Berapa hari lagi menuju akhir bulan? Rasa-rasanya, telah seabad Mak Inang
melihat muka Jakarta yang di luar dugaannya. Benak Mak Inang pun hendak
bertanya: Mengapa kau tak pulang saja, Mal? Ajak anak-binimu di kampung saja.
Bersama Emak, menyadap karet, dan merawat limas. Tapi, mulut Mak Inang terkunci
rapat.
Malam di langit ibu kota merangkak bersama muka Mak Inang yang terkesiap karena
seekor tikus got hitam besar mendadak berlari di depannya. Keterkejutan Mak
Inang disudahi suara adzan dari televisi. Perempuan itu kembali menekan tuas
sumur pompa, air mengalir, jatuh ke dalam ember plastik. Ia membasuh muka tuanya
dengan wudhu. Bersamaan dengan itu, mendadak gerimis turun, seolah ibu kota pun
hendak mencuci muka kotornya dengan wudhu bersama Mak Inang. Muka tua yang telah
keriput, mengkerut, dan carut-marut.


About these ads



You may view the latest post at
http://cerita.biz/dua-wajah-ibu-2/

Best regards,
Cerita
http://cerita.biz

[Pusat Informasi Beasiswa] Pendaftaran Beasiswa Etos Buat Pelamar S1

Pusat Informasi Beasiswa has posted a new item, 'Pendaftaran Beasiswa Etos Buat
Pelamar S1'


Beragam jenis beasiswa bisa diikuti untuk menempuh pendidikan S1. Salah satunya
beasiswa Etos yang menawarkan tanggungan biaya SPP selama dua semester dan uang
saku bulanan. Beasiswa ini mengakomodir 15 PTN yang tersebar di tanah air, di
antaranya Universitas Syahkuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas
Andalas, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi
Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, dan Universitas Gadjah
Mada.
Selain itu, beasiswa Etos juga bisa diikuti oleh mahasiswa Universitas
Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya,
Universitas Mulawarman, Universitas Hasanudin, dan Universitas Pattimura.

Beasiswa Etos lebih tepat buat pelamar yang baru lulus SMA/sederajat dan baru
saja diterima di salah satu PTN di atas.

Fasilitas yang diberikan:
1. SPP semester I dan II
2. Uang saku Rp. 500.000 per bulan selama empat tahun
3. Akomodasi asrama selama tiga tahun.
4. Pelatihan, pembinaan dan pendampingan selama 4 tahun.

Persyaratan Umum:
1. Lulus SMA/sederajat dan akan masuk Perguruan Tinggi melalui jalur SNMPTN atau
SBMPTN atau UM Jalur reguler
2. Diterima pada PTN dan jurusan yang direkomendasikan Beastudi Etos

Persyaratan Khusus :
1. Berasal dari keluarga tidak mampu
2. Melampirkan surat keterangan tidak mampu dan slip gaji/surat keterangan
penghasilan orang tua dari ketua RT/DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) setempat.
3. Mengisi Biodata Pendaftar (unduh)
4. Mengisi dan menandatangani akad Beastudi Etos (unduh)
5. Fotokopi raport SMA semester 1-5, Kartu Keluarga, KTP atau kartu pelajar dan
STTB bagi yang telah lulus SMA/sederajat
6. Foto terbaru 4 x 6, 2 lembar
7. Foto rumah (tampak keseluruhan, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur)
8. Membuat tulisan tentang kisah perjalanan hidup sepanjang minimal 2 halaman
folio (tulis tangan)

Tahap seleksi meliputi seleksi administrasi, seleksi tulis dan wawancara, home
visit, dan lolos di PTN dan jurusan rekomendasi Beastudi Etos melalui jalur
regular. Pendaftaran dibuka hingga 31 Maret 2013. Bagi Anda yang tertarik,
kesempatan beasiswa S1 ini perlu dicoba. Kirimkan seluruh berkas pendaftaran
Anda ke Asrama Beastudi Etos daerah terdekat. Rincian jurusan rekomendasi dan
alamat asrama bisa dilihat di sini.


You may view the latest post at
http://pusatbeasiswa.com/pendaftaran-beasiswa-etos-buat-pelamar-s1/

Best regards,
Pusat Informasi Beasiswa
http://pusatbeasiswa.com

[Info Mobil] Harga Mitsubishi Pajero Sport

Info Mobil has posted a new item, 'Harga Mitsubishi Pajero Sport'

Untuk Mitsubishi pajero sport biasanya mobil ini lebih di minati oleh kalangan
muda mudi, biasanya untuk mereka yang berjiwa petualang dan sporty. Mereka
justru gemar menggunakan mobil ini untuk ke kampus dan jalan-jalan. Unik
kan?hehe Dengan demikian ...

You may view the latest post at
http://www.infomobil.biz/harga-mitsubishi-pajero-sport-2/


Best regards,
Info Mobil
http://www.infomobil.biz